Senin, 15 Agustus 2011

Serial Nasehat Romadlon, puasa


Serial Nasehat Romadlon
Berikut ini adalah ceramah di masjid pada saat taraweh, sebagai pengingat dikemudian hari, ceramah tersebut saya tulis sebatas ingatan saya. Selamat menyimak.

Puasa, pengantar ke surga
Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu katanya, "Aku berkata (kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam): "Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga?" Beliau menjawab: "Hendaklah kamu sering berpuasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu" [Hadits Riwayat Nasa'i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, Al-Hakim 1/421, sanadnya Shahih]
Apa istimewanya ibadah puasa sehingga bisa menghantarkan pelakunya masuk surga. Paling tidak ada tiga hikmah yang bisa kita petik.

Yang pertama.
Puasa melatih keikhlasan. Puasa adalah satu-satunya ibadah yang terbebas dari riya. Seseorang bisa memamerkan sholatnya dihadapan khalayak. Sedekah maupun zakat sangat mungkin untuk dipublikasikan. Patut diwaspadai fenomena orang super kaya yang membagikan zakatnya secara langsung kepada ratusan fakir miskin. Ibadah haji sulit untuk tidak diketahui oleh masyarakat, bagaimana tidak, berangkat dan kepulangan para hujaj diantara oleh sanak kerabat dan tetangga sekitar.
Puasa? Tidak ada yang bisa dipamerkan sekalipun dengan berpura-pura lemas.

Yang kedua,
Melatih ihsan.  Makna Ihsan yang kita fahami adalah “Anta’budallah ka annaka taraah, fa’inllam takun taraah, fa’innahu yaraaka.”“Engkau mengabdi kepada Allah seperti engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
Saat sedang berpuasa, seorang hamba tidak berani melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, makan minum misalnya, sekalipun tidak ada yang menyaksikannya. Ia merasakan muroqobatullah, adanya pengawasan Allah swt. Dalam kondisi demikian, maka ia akan berupaya sekuat tenaga untuk membaguskan amalnya. Nabi SAW bersabda :”Man shoma Ramadhana imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min  zambihi. Barangsiapa yang melaksanakan puasa karena iman dan ikhlas, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dalam hadis lainnya disebutkan “ Wa man qoma Ramadhana imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min zanbihi”. Dan barangsiapa yang mengerjalan puasa dan sholat Tarawih pada bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ( HR Bukhari-Muslim ).
Jika ihsan tersebut tidak hadir dalam hati orang yang berpuasa, maka ia hanya mendapatkan lapar dan dahaga belaka. Muslim meriwayatkan sebuah hadis berasal dari Abu Hurairah, suatu ketika tatkala naik ke mimbar untuk berkhutbah,Nabi mengatakan : Amin, amin… Abu  Hurairah heran, lalu bertanya kenapa Nabi bercakap sendirian mengatakan Amin. Rupanya Nabi SAW  sedang didatangi Malaikat  Jibril yang mengatakan : Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan, sedangkan dia tidak mendapat ampunan Allah SWT, maka kemungkinan dia akan masuk ke neraka,  semakin jauh dari         ( rahmat )  Allah SWT.

Yang ketiga,
Melatih kedisiplinan. Tidak seorangpun berani menerjang waktu berbuka, sekalipun hanya semenit. Tidak pula akan berleha-leha menikmati makan sahur ketika telah mendengar sirene imsak. Ini adalah contoh kedisiplinan dalam hal waktu.
Kedisiplinan dalam hal amal bisa kita lihat, ramainya orang berbondong-bondong memenuhi musholah dan masjid untuk menegakkan sholat taraweh, melantunkan al qur’an,  sedekah, dzikir dan amalan lainnya. Ia harus rela bangun diujung malam untuk makan sahur. Saat sahur, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya, sholatlah meski  hanya dua rokaat, perbanyaknya dzikir dan do’a, karena do’a pada sepertiga malam terakhir itu maqbul. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tuhan kita Yang Maha Suci lagi Maha Luhur setiap malam turun ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga terakhir. Dia berfirman: Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan permohonannya. Dan barang siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.(HR. Muslim).  Kedisiplinan yang akan menghasilkan konsistensi beramal.

Itulah tiga hikmah puasa yang sangat kita fahami bahkan nyaris setiap tahun para khotib mengulasnya. Namun ingatlah, semua orang akan celaka kecuali yang berilmu. Orang berilmu akan celaka kecuali yang beramal. Orang beramal akan celaka kecuali orang yang ikhlas.

Maka siapa saja yang ikhlas amalnya, kemudian amal baiknya senantiasa diperbanyak, dan itu dilakukan secara konsisten sampai romadlon tahun depan, rasanya sangat wajar ia masuk surga, insyaallah.
Selamat beribadah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar