Kamis, 26 Juli 2018

Cara agar keinginan tercapai 01


Setiap kita pasti memiliki keinginan. Bagus bagi kita memiliki keinginan tersebut. Dan pastilah kita sangat berharap agar keinginan baik tersebut segera menjadi kenyataan. Well, begitulah kita, mari kita lihat daftar keinginan itu meliputi apa saja.

Apa yang yang semestinya kita lakukan dengan keinginan kita ? Sebelumnya, marilah mereview dan menimbang-nimbang keinginan tersebut, kemudian memilah dan memilih mana yang masuk kekotak recicle bin dan mana yang layak untuk diperjuangkan.

Marilah secara bersama-sama melakukan kalibrasi agar keinginan itu bisa segera terwujud :

Yang pertama, azas manfaat dan lama manfaat.
Pastikan bahwa keinginan kita memiliki manfaat yang luas. Kebanyakan manusia membatasi keinginannya hanya terbatas pada orang-orang tertentu saja, DAN/ATAU  mendahulukan mengambil manfaat daripada memberi manfaat.
Padahal sudah jelas sinyalemen dari Rasul saw, Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289).

Contoh sederhana misalkan, orang tua lebih menginginkan anaknya untuk memperoleh pekerjaan daripada memberi lapang kerja kepada orang lain. Pertanyaannya, ketika anak sudah bisa membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan atau ribuan pekerja, apakah ia menganggur atau masih sibuk membuat lamaran kerja ?

Kemudian aspek waktu. Umur umat Muhamad saw rata-rata pada kisaran 60 sampai dengan 70 tahun, yang dikaruniai umur panjang berarti memperoleh bonus.  Sehingga carilah kemanfaatan yang memiliki durasi terpanjang, lebih panjang dari umur biologis kita bahkan melampui umur generasi. Saya sangat tertarik dengan artikel kisah Sumur Roumah hasil wakaf Utsman bin Affan ra yang sampai kini masih memberi kemanfaatan bagi banyak manusia.

Yang kedua, Ridlo Allah swt.
Apapun keinginan tersebut hendaklah mendatangkan keridloan dari Allah swt. Ukurannya adalah meningkatnya ketaqwaan kepada Allah swt. Taqwa itu maknanya sangat luas. Ketaqwaan itu menarik semua jenis kebaikan, kebaikan yang dicita-citakan oleh manusia.


Jika keinginan kita memenuhi kedua variable diatas, maka segera perbesar ukurannya, perluas spektrum kemanfaatannya dan dedikasikan  sebagai warisan kebaikan. Semesta alam mendukung setiap amal kebaikan dan ijinkan mereka membantu mewujudkan semua keinginan kita.

Senin, 04 Desember 2017

Serial Taqwa 02

Serial Taqwa 02

Alhamdulillah, sholawat dan salam hanya bagimu ya Rasulullah saw.
Alhamdulillah saya berkesempatan meneruskan serial taqwa yang kedua. 

Definisi menyangkut pemahaman makna dan ruang lingkup pembahasan sebuah topik. Definisi tersebut juga membatasi agar ide atau tema yang dibicarakan tidak melebar kemana-mana, sehingga konstruksi pemahaman bisa dibentuk. Itulah sebabnya mengapa definisi menjadi penting kita bicarakan.

Anak kecil ketika menemukan benda apa saja bisa ia gunakan sebagai mainan. Kotak bungkus sepatu bisa ia mainkan maju mundur sambil mendubbing suara ngeng…ngeng…Sedang apa dik ?, main mobil-mobilan Pa. Dengan berimajinasi, anak-anak kita bisa memainkan apapun. Kedewasaan kita menetukan kesempurnaan  batasan definisi setiap makna yang akan kita mainkan dalam kehidupan nyata. Definisi membentuk paradigma.

Hati yang jernih akan mampu menangkap setiap makna dan menggali lapisan hikmah yang terkandung didalamnya. Pada suatu kesempatan mata kuliah tafsir qur`an, Dosen saya menjelaskan, andai umur manusia dilipatkan 150 kali untuk menggali makna yang ada didalam al qur`an niscaya tidak akan pernah cukup, pun dengan penambahan serupa.

Kata taqwa tersusun dari lima huruf dan akan tetap seperti itu. Kitalah yang membuat arti taqwa terasa berbeda. Hati dan pikiran yang terbuka akan menyingkap cakrawala makna yang luas dan sikap acceptance akan mengantarkan kita untuk mampu mengangkat setiap lapisan hikmah  secara lebih mendalam.  Sehingga kata taqwa memiliki nilai istimewa bagi kita, dan saat disebutkan kata taqwa hati ini bergetar. Ketika dibaca ayat … يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا dada bergemuruh merasakan panggilan tersebut. Saat itu, betapa mulianya kita sebagai manusia.

Kemuliaan tersebut akan terus terangkat ketempat tinggi bahkan tertinggi seiring dengan ketinggian taqwa manusia.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al Hujurat ayat 13).

Syekh Thaha Abdullah al Afifi mengutip ungkapan sahabat Ali bin Abi Thalib ra tentang taqwa, yaitu:


الْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيْلِ وَاْلإِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ وَالرِّضَا بِالْقَلِيْلِ

1.     Takut kepada Allah yang Maha Mulia,
2.      Mengamalkan apa yang termuat dalam at tanzil (Al-Qur’an),
3.      Mempersiapkan diri untuk hari meninggalkan dunia
4.      Ridha (puas) dengan hidup seadanya (sedikit).

Inilah definisi taqwa  paling lengkap. Insyaallah akan kita jabarkan dalam waktu yang akan datang. 













Minggu, 03 Desember 2017

Perjalanan

Hidup adalah sebuah perjalanan. Setiap manusia  pasti diperjalankan. Perjalanan itu sendiri unik, karena kisah perjalanan setiap manusia tentu berbeda. Ada durasi berupa waktu tempuh  dan ada pula pencapaian berupa jarak tempuh.  Yang sudah pasti sama adalah setiap kita menginginkan sukses dalam perjalanan tersebut.

Perjalanan akan menyenangkan bila ia telah jelas definisinya sejak awal. Dimulai dari mana dan akan berakhir dimana. Dibutuhkan sebuah peta yang menggambarkan cakupan area, wilayah yang akan dilalui. Kemudian  juga diperlukan  guide yang memandu dan memilihkan rute mana yang harus dilalui. Ternyata masih kurang, dibutuhkan pula teman perjalanan.

Perjalanan adalah kisah. Rute manapun yang kita pilih untuk dilalui, pastilah akan kita jumpai orang-orang yang menempuh rute yang sama dengan kita. Jadi jangan khawatir kita akan kesepian atau tidak memperoleh kawan dalam perjalanan. Namun yang perlu diingat adalah bahwa setiap rute memiliki ciri dan karakter khas masing-masing. Karenanya, kita harus siap dengan konsekuensi pada setiap rute.

Sebagai sebuah kisah, tentu banyak pengalaman dalam suka duka  perjalanan. Dan kita tidak perlu menghabiskan waktu dengan melakukan trial and error berulang kali. Lelah yang tidak berkesudahan nantinya. Guru yang yang baik adalah pengalaman sukses orang lain. Nah kepada siapa kita akan berguru ?  Syaratnya hanya satu, jadilah murid yang baik.

Tidak ada jarak yang jauh kecuali kita menempuhnya. Sekarang, mulailah selangkah demi selangkah.  Ya saat ini saya sedang memulai langkah awal. Saya merasa gagap, grogi kadang juga merasa gagal. Saya sudah bertekad tidak menyerah dan terus melangkah. Guru saya mengajari, jika sudah melangkah yang kedua, maka langkah ketiga akan lebih mudah begitu seterusnya. Kita hanya perlu mencobanya, lakukan…lakukan…lakukan berulang-ulang, sampai akhirnya kita berpengalaman.

Kita telah meninggalkan jejak sejak langkah awal. Tanpa kita sadari pula, kita telah meninggalkan pelajaran berupa pengalaman sukses untuk orang lain. Belajar sambil mengajar. Jadi, jangan pernah ragu dengan langkah awal.

Selamat menempuh perjalanan.

Senin, 23 Oktober 2017

Perangkap Lalat Buah

Saya memiliki tanaman buah, jambu citra namanya. Sudah berbuah namun gagal panen karena diserang lalat buah. Setelah browsing dan nanya kesana kemari akhirnya dapat resep seperti ini. Taraaaa....Perangkap Lalat Buah. Mudah kok cara buatnya. Siapkan botol plastik untuk wadah dan obeng untuk melubangi, untuk hasil lebih rapi gunakan saja bor.


Lubangi wadah plastik dengan bor. Cukup tiga atau tempat tempat saja.


Setelah itu, gantungkan kain kasa dari tutup botol. Lalat ditempat saya hobinya olah raga dan apparel yang digunakan merk NIKE, untuk mengimbanginya saya guntingkan kaos ADIDAS, hehe...

Ini hasilnya. Posisi ketinggian  kain 4-5 cm dari dasar wadah. Kemudian wadah diisi air, dan kain ditetesi atau dibasahi obat anti lalat. 



Ini obat anti lalatnya. Beli saja ditoko pertanian atau florist.

Congkel bagian tengahnya untuk mengakses obat tersebut. 
Saya telah mencoba menggunakan sedotan minuman dan ternyata sulit untuk mengakses obat. Lebih nyaman menggunakan suntukan. Kemudian semprotkan obat anti lalat kekain. Hati-hati jangan sampai tumpah.


Ini hasilnya setelah satu jam dipasang.



Ini salah satu lalat yang pengin eksis.

Selamat mencoba, dan semoga hasil panen melimnpah.




Sabtu, 28 Mei 2016

Bahagiakan


Saya percaya kita semua menginginkan kebahagian
Dan kebahagian itu bagus buat kita
Apapun akan kita  lakukan untuk mendapatkannya, kita rela berkorban apa saja
Ketahuilah, ada yang mencari kebahagiaan di ketinggian Halmahera, sebagian yang lain menyelam di kedalaman samudera
Ada yang menyangka keberadaannya ditumpukan emas berlian, atau dibalik kilau popularitas
Ada yang telah berhasil merengkuhnya saat usia telah senja dan renta, sementara yang muda melesat bagai anak panah kemudian rapuh dan jatuh ke tanah, kecewa
Tahukah anda dimana gerangan kebahagian itu berada
Lihatlah, saat kita mengejarnya, ia berada tepat dihadapan kita
Secepat kita berlari, dan ikut melambat ketika kita mulai lelah
Sekarang, bisakah anda menemukan jawabannya
Karena  bahagia adalah diri kita dan bukan bayangan kita
Yang perlu kita lakukan saat ini hanyalah memperbesar rasa syukur atas karunia Tuhan Ilahi Rabbi
Rasa syukur adalah cara Tuhan mempebesar cahaya pada setiap manusia, agar cahaya tepat berada dihati dan bahagia tidak lagi  meninggalkan jejak bayangan
Bisakah anda mengucapkan kalimat syukur, Alhamdulillah
Itu artinya cahaya telah menerangi dada anda dan pancaran sinarnya akan semakin terang jika makna syukur terus hadir dalam hikmah kehidupan anda
Saat anda mendengar kalimat-kalimat saya, terus pupuk dan perbesarlah rasa bahagia tersebut dan berbagilah kepada sesama
Sadarilah, berbagi kebahagian itu artinya melipatkangandakan kebahagiaan anda sehingga manfaatnya akan dirasakan oleh anak cucu dan semesta alam
Rasakanlah ia hadir dalam setiap detak jantung, sungguh dentingnya lebih indah dari perkusi manapun
Kursi yang anda duduki, tembok rumah ikut tersenyum
 renyah
Lihatlah keluar sejenak, betapa damainya bunga bermekaran dan hiruplah sejuknya kebahagiaan dalam-dalam
Alhamdulillah….

Senin, 14 Januari 2013


Serial Taqwa 01

Taqwa, mungkin saja taqwa adalah kata yang paling popular bagi kita. Betapa tidak, semenjak usia dini kata tersebut sangat akrab ditelinga kita. Sering diulang-ulang dalam berbagai mata pelajaran dari SD sampai SLTA. Lebih sering lagi pada bulan romadlon, nyaris setiap khotib menyitir kata taqwa.

Tidak kalah populer adalah definisi (ta’rif) taqwa yang nyaris seragam, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhinya segala laranganNya. Tidak lebih dan tidak kurang, yang berbeda hanyalah variasi kalimatnya saja. Memang tidak ada yang salah dari definisi diatas. Namun, definisi tersebut adalah paradigma anak-anak. Pemahaman yang kita terima sewaktu kita masih sekolah dulu, masa setelah dewasa pemahaman kita tidak ikut tumbuh dewasa pula.

Definisi taqwa, insyaallah akan kita bahas pada  Serial Taqwa 02. Penyebutan kata taqwa  didalam al quran sebanyak 233 kali dalam bentuk kata benda maupun kata kerja. Pengulangan pesan taqwa bahkan menjadi syarat sah dalam khutbah jumat. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan taqwa itu sangat urgen.

Begitu pentingkah taqwa?
Bagi para pelaku taqwa, disebut muttaqiin, Allah swt menjanjikan reward yang sangat menarik. Menarik dari sisi ketepatan janji maupun substansinya. Ingat, janji Allah itu pasti dan tanpa diundi, asal syarat dan ketentuannya terpenuhi. Beda dengan janji bank swasta apalagi janji caleg.

Inilah hadiah bagi para muttaqiin : (penyebutan pertama kedua hanyalah urutan belaka )

Hadiah  PERTAMA adalah diberikan jalan keluar
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.          (Qr 65:2 ).
Hidup ini adalah ujian, segalanya dinilai dan harus dipertanggung jawabkan. Dalam konteks ini, hidup adalah masalah. Apapun menjadi masalah bagi hidup manusia. Senang jadi masalah, susah apalagi. Kaya masalah, miskin apalagi. Sehat masalah, sakit apalagi dan seterusnya.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Qr 21:35 ).
Maka apapun situasi  dan kondisi yang dihadapi oleh manusia akan berdimensi masalah. Seorang ahli tata kota ~beliau enggan disebut namanya~ dalam suatu kesempatan mengatakan sebenarnya pelaku bisnis, pemerintah, para stake holder tidak pernah secara sungguh-sungguh, tepat dan komprehensif mengatasi masalah warga perkotaan. Dalam suatu waktu kita berhasil mengatasi baby booming tapi dalam kesempatan yang lain muncul masalah sekolah tutup karena kekurangan murid. Pembukaan sawah baru memang mengatasi kekurangan beras, tetapi disaat memunculkan banjir dan pemanasan global. Mobil listrik bisa mengurangi emisi gas buang, tetapi pembangkit listrik batu bara membuang carbon lebih banyak lagi keudara. Satu masalah berhasil diurai dan dipecahkan, tetapi akan muncul masalah baru dengan intensitas sama atau lebih besar lagi. Begitulah seterusnya.
Kadang dalam kehidupan sehari-hari, kita jumpai seseorang yang tidak pernah lepas dari belitan masalah. Kawan lama saya, karena sering mengeluh “knalpot jabot” akhirnya  beliau dipanggil dengan sebutan pak “knalpot”. Beliau memiliki tiga orang anak. Tiap tahun ada anaknya yang lulus sekolah dan naek kelas, kebayang kan berapa biaya yang harus beliau tanggung. Belum lagi cerita sendu tentang orang tuanya yang sakit dan bergantian sehat dengan saudara yang lain. Sebagai putra sulung, tentu saja beban biaya pengobatan beliau pula yang menanggungnya. Wajar jika SK-nya turut sekolah ke-BRI.
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Qr 18:7).
Semua persoalan yang kita hadapi, hanya untuk membuktikan siapakah yang paling baik amalnya. Setiap kita telah memilih peran dari lakon yang digariskan dalam script Yang Maha Kuasa. Taqwalah yang membuat kita mudah untuk menjalaninya.

Hadiah KEDUA adalah rejeki yang datangnya tidak disangka-sangka dan berkecukupan.
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Qr 65:3)
Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan. Kebutuhan mendasar bagi manusia meliputi sandang pangan dan papan. Kebutuhan hidup manusia kemudian disusun lebih banyak dalam bentuk hirarki marslow. Apapun rumusannya, kebutuhan tersebut menuntut pemenuhan.
Aktifitas pemenuhan kebutuhan ~disebut ma’isyah~ melalui kerja sehari-hari bila diniatkan pengabdian kepada Allah maka akan bernilai sebagai ibadah. Penat, capek seharian bekerja bisa mengurangi dosa seorang hamba. Kabar gembira dari Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya seseorang di antara kamu yang berpagi-pagi dalam mencari rejeki, memikul kayu kemudian bersedekah sebagian darinya dan mencukupkan diri dari (meminta-minta) kepada orang lain, adalah lebih baik ketimbang meminta-minta kepada seseorang, yang mungkin diberi atau ditolak." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kadar rejeki setiap manusia berbeda. Seberapa banyak, dan kapan rejeki tersebut ditunaikan itu mutlak hak prerogratif Allah. Namun yakinlah, bahwa setiap insan telah dijamin rejekinya sampai ia menjemput maut. Taqwa adalah kunci pembuka rejeki dan menyegerakan rejeki untuk segera datang.
Suatu waktu, kita diuji dengan masalah yang datangnya bertubi-tubi, seakan tiada habisnya. Kepala berputar seperti bumi mengelilingi matahari, dunia serasa sumpek, nyrepek istilah jawanya. Dalam kondisi tersebut, tawakal dan kepasrahan secara tulus dan memohon pertolongan Allah adalah langkah terbaik. Dan Allah memberikan jalan keluarnya. Indah bukan ?!
Tidak kalah pentingnya, perspektif tentang rejeki harus ditata ulang. Seringkali kita menganggap bahwa rejeki adalah atas apa yang kita miliki. Bukan,rejeki adalah apa yang kita nikmati. Rejeki kita adalah baju yang kita kenakan, bukan koleksi baju yang ada dilemari. Rejeki kita adalah makanan yang sudah kita suap kemulut bukan hidangan dimeja makan, dan seterusnya. Apalah artinya banyak memiliki atau mengkoleksi  tetapi tidak bisa menikmati. Si miskin bisa tertawa, si kaya kadang merana. Jadi tidak perlu sawang sinawang melihat kekayaan orang lain, karena bahagia adalah semua hamba.

Hadiah KETIGA  adalah kemudahan.
                                           وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (Qr 64:4)
Islam mengajarkan pemeluknya untuk bersikap optimis. Ucapan Ali yang sangat terkenal dikalangan motivator adalah jangan katakan ,” Ya Allah, aku memiliki  masalah  besar sekali tetapi katakanlah       “Wahai masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar!
Bukan masalah mahal atau murah jika kita mampu membayarnya. Bukan pula tentang berat atau ringan jika kita mampu menanggungnya. Jika Allah telah menolong seorang hamba, maka apapun yang tadinya mustahil akan menjadi niscaya.
Berbeda dengan undian bank, satu nasabah satu hadiah, setiap nasabah Allah bisa mendapatkan  hadiah secara komulatif alias borongan, hadiah pertama kedua dan ketiga boleh dimiliki sekaligus. Hadiah tersebut tidak habis meski dibadikan keseluruh warga dunia.
Masih kurang? Ada hadiah  tambahan menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan yaitu
ذَٰلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya. (Qr 65:5).
Jadi tunggu apalagi segera tingkatkan terus saldo taqwa kita, saya dan anda, untuk memperoleh hadiah yang pasti kita dapatkan.

S E L A M A T…..ANDA MENANG!!!!!!!












Selasa, 16 Agustus 2011

pesan untuk anak gadisku


pesan untuk anak gadisku
by Ana Chusnayatun on Monday, February 14, 2011 at 8:11am

Nak,janganlah engkau seperti gadis diiklan iklan itu
Mereka cantik tapi menurut umi sangat bodoh sekali
Betapa mereka tak merasa dihargai,
Hanya karena kulitnya yang tidak putih,
Sehingga merasa jadi pribadi yang tak berpotensi
Atau yang tidak percaya diri,
Hanya karena punya jerawat didahi,tapi pipi yang disabuni
Bahkan ada yang memamerkan ketiaknya dengan merobek baju yg dipakainya
Karena lebih yakin dengan itu pertolongan akan datang padanya..
Ada lagi…
Gadis yang tidak berani mengangkat tangan karena ketiaknya hitam
Tapi kemana mana memakai baju tak berlengan..
Juga gadis yang merasa ingin menghilang dari muka bumi
Karena baju yang sama dipesta,atau luka yang ada pada dirinya
Ada lagi…dan lagi…rasanya sangat naïf sekali…
Tapi tahukah kamu,seperti itulah dunia industry menilaimu
Menilai pribadi dan potensi gadis anak negeri
Bukan berdasarkan kecerdasan atau prestasi
Tapi semata semata apa yang ada pada dirinya,yang layak untuk dijual
Bahkan kalau bisa pada bagian yang paling pribadi

Anakku,sesungguhnya engkau diciptakan Allah dalam bentuk yang paling indah
Apakah kulitmu putih ataupun hitam
Apakah wajahmu halus mulus atau jerawatan
Apakah kau memiliki satu baju untuk kepesta atau segudang
Karena bukan itu yang menjadi penilaian dimata Allah
Dan sesungguhnya bukan itu pula yang jadi nilai dimata manusia
Hanya orang orang kerdil saja yang berpikir demikian
Dan kau tak perlu memutihkan ketiak,karena kau tak perlu memamerkannya
Ia adalah aurat yang harus kau jaga,maka Allah akan menjaga kehormatanmu juga
Jadilah pribadi yang melejit,karena kau kembangkan potensi dirimu
Tidaklah Allah menciptakan kekurangan pada manusia kecuali menyertai dengan kelebihannya
Setiap kita dinilai pada amalannya,bukan karena wujudnya
Apapun wujud yang ada pada dirimu,itulah kondisi terbaik yang Allah berikan
Rawatlah ia dan jagalah,tapi tidak berlebihan,
atau ingin mengubahnya menjadi lebih indah
Karena engkau sudah indah,
Sebab yang menciptakanmu adalah Sang Maha Indah.