Serial Taqwa 01
Taqwa, mungkin
saja taqwa adalah kata yang paling popular bagi kita. Betapa tidak, semenjak
usia dini kata tersebut sangat akrab ditelinga kita. Sering diulang-ulang dalam
berbagai mata pelajaran dari SD sampai SLTA. Lebih sering lagi pada bulan
romadlon, nyaris setiap khotib menyitir kata taqwa.
Tidak kalah populer
adalah definisi (ta’rif) taqwa yang nyaris seragam, yaitu menjalankan perintah
Allah dan menjauhinya segala laranganNya. Tidak lebih dan tidak kurang, yang
berbeda hanyalah variasi kalimatnya saja. Memang tidak ada yang salah dari
definisi diatas. Namun, definisi tersebut adalah paradigma anak-anak. Pemahaman
yang kita terima sewaktu kita masih sekolah dulu, masa setelah dewasa pemahaman
kita tidak ikut tumbuh dewasa pula.
Definisi
taqwa, insyaallah akan kita bahas pada Serial
Taqwa 02. Penyebutan kata taqwa didalam
al quran sebanyak 233 kali dalam bentuk kata benda maupun kata kerja. Pengulangan
pesan taqwa bahkan menjadi syarat sah dalam khutbah jumat. Hal ini menunjukkan
bahwa kedudukan taqwa itu sangat urgen.
Begitu
pentingkah taqwa?
Bagi para
pelaku taqwa, disebut muttaqiin, Allah swt menjanjikan reward yang sangat
menarik. Menarik dari sisi ketepatan janji maupun substansinya. Ingat, janji
Allah itu pasti dan tanpa diundi, asal syarat dan ketentuannya terpenuhi. Beda
dengan janji bank swasta apalagi janji caleg.
Inilah hadiah bagi para
muttaqiin : (penyebutan pertama kedua hanyalah urutan belaka )
Hadiah PERTAMA adalah diberikan jalan keluar
وَمَنْ يَتَّقِ
اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
Barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (Qr 65:2 ).
Hidup ini adalah ujian, segalanya dinilai dan
harus dipertanggung jawabkan. Dalam konteks ini, hidup adalah masalah. Apapun
menjadi masalah bagi hidup manusia. Senang jadi masalah, susah apalagi. Kaya
masalah, miskin apalagi. Sehat masalah, sakit apalagi dan seterusnya.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ
الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا
تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami
akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang
sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Qr 21:35 ).
Maka apapun situasi dan kondisi yang dihadapi oleh manusia akan
berdimensi masalah. Seorang ahli tata kota ~beliau enggan disebut namanya~
dalam suatu kesempatan mengatakan sebenarnya pelaku bisnis, pemerintah, para
stake holder tidak pernah secara sungguh-sungguh, tepat dan komprehensif
mengatasi masalah warga perkotaan. Dalam suatu waktu kita berhasil mengatasi
baby booming tapi dalam kesempatan yang lain muncul masalah sekolah tutup
karena kekurangan murid. Pembukaan sawah baru memang mengatasi kekurangan
beras, tetapi disaat memunculkan banjir dan pemanasan global. Mobil listrik
bisa mengurangi emisi gas buang, tetapi pembangkit listrik batu bara membuang
carbon lebih banyak lagi keudara. Satu masalah berhasil diurai dan dipecahkan,
tetapi akan muncul masalah baru dengan intensitas sama atau lebih besar lagi.
Begitulah seterusnya.
Kadang dalam kehidupan sehari-hari, kita jumpai
seseorang yang tidak pernah lepas dari belitan masalah. Kawan lama saya, karena
sering mengeluh “knalpot jabot” akhirnya
beliau dipanggil dengan sebutan pak “knalpot”. Beliau memiliki tiga
orang anak. Tiap tahun ada anaknya yang lulus sekolah dan naek kelas, kebayang
kan berapa biaya yang harus beliau tanggung. Belum lagi cerita sendu tentang
orang tuanya yang sakit dan bergantian sehat dengan saudara yang lain. Sebagai putra
sulung, tentu saja beban biaya pengobatan beliau pula yang menanggungnya. Wajar
jika SK-nya turut sekolah ke-BRI.
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ
أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Sesungguhnya
Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami
menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Qr 18:7).
Semua persoalan yang kita hadapi, hanya untuk
membuktikan siapakah yang paling baik amalnya. Setiap kita telah memilih peran dari
lakon yang digariskan dalam script
Yang Maha Kuasa. Taqwalah yang membuat kita mudah untuk menjalaninya.
Hadiah KEDUA adalah rejeki yang datangnya tidak
disangka-sangka dan berkecukupan.
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى
اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ
لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan
memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang
bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Qr 65:3)
Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan. Kebutuhan
mendasar bagi manusia meliputi sandang pangan dan papan. Kebutuhan hidup
manusia kemudian disusun lebih banyak dalam bentuk hirarki marslow. Apapun
rumusannya, kebutuhan tersebut menuntut pemenuhan.
Aktifitas pemenuhan kebutuhan ~disebut ma’isyah~
melalui kerja sehari-hari bila diniatkan pengabdian kepada Allah maka akan
bernilai sebagai ibadah. Penat, capek seharian bekerja bisa mengurangi dosa
seorang hamba. Kabar gembira dari Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya seseorang di antara kamu yang berpagi-pagi dalam mencari
rejeki, memikul kayu kemudian bersedekah sebagian darinya dan mencukupkan diri
dari (meminta-minta) kepada orang lain, adalah lebih baik ketimbang
meminta-minta kepada seseorang, yang mungkin diberi atau ditolak." (HR.
Bukhari dan Muslim)
Kadar rejeki setiap manusia berbeda. Seberapa
banyak, dan kapan rejeki tersebut ditunaikan itu mutlak hak prerogratif Allah.
Namun yakinlah, bahwa setiap insan telah dijamin rejekinya sampai ia menjemput
maut. Taqwa adalah kunci pembuka rejeki dan menyegerakan rejeki untuk segera
datang.
Suatu waktu, kita diuji dengan masalah yang
datangnya bertubi-tubi, seakan tiada habisnya. Kepala berputar seperti bumi
mengelilingi matahari, dunia serasa sumpek, nyrepek istilah jawanya. Dalam
kondisi tersebut, tawakal dan kepasrahan secara tulus dan memohon pertolongan
Allah adalah langkah terbaik. Dan Allah memberikan jalan keluarnya. Indah bukan
?!
Tidak kalah pentingnya, perspektif tentang
rejeki harus ditata ulang. Seringkali kita menganggap bahwa rejeki adalah atas
apa yang kita miliki. Bukan,rejeki adalah apa yang kita nikmati. Rejeki kita
adalah baju yang kita kenakan, bukan koleksi baju yang ada dilemari. Rejeki
kita adalah makanan yang sudah kita suap kemulut bukan hidangan dimeja makan,
dan seterusnya. Apalah artinya banyak memiliki atau mengkoleksi tetapi tidak bisa menikmati. Si miskin bisa
tertawa, si kaya kadang merana. Jadi tidak perlu sawang sinawang melihat
kekayaan orang lain, karena bahagia adalah semua hamba.
Hadiah KETIGA
adalah kemudahan.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Dan barang -siapa yang bertakwa kepada
Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (Qr 64:4)
Islam mengajarkan pemeluknya untuk bersikap
optimis. Ucapan Ali
yang sangat terkenal dikalangan motivator adalah jangan katakan ,” Ya Allah,
aku memiliki masalah besar sekali tetapi katakanlah “Wahai masalah, aku punya Allah Yang Maha
Besar!
Bukan
masalah mahal atau murah jika kita mampu membayarnya. Bukan pula tentang berat
atau ringan jika kita mampu menanggungnya. Jika Allah telah menolong seorang
hamba, maka apapun yang tadinya mustahil akan menjadi niscaya.
Berbeda
dengan undian bank, satu nasabah satu hadiah, setiap nasabah Allah bisa
mendapatkan hadiah secara komulatif alias
borongan, hadiah pertama kedua dan ketiga boleh dimiliki sekaligus. Hadiah
tersebut tidak habis meski dibadikan keseluruh warga dunia.
Masih
kurang? Ada hadiah tambahan menarik
lainnya yang sayang untuk dilewatkan yaitu
ذَٰلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ
اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
Itulah
perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa
kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat
gandakan pahala baginya. (Qr 65:5).
Jadi
tunggu apalagi segera tingkatkan terus saldo taqwa kita, saya dan anda, untuk
memperoleh hadiah yang pasti kita dapatkan.
S
E L A M A T…..ANDA MENANG!!!!!!!