Serial Taqwa 02
Alhamdulillah, sholawat dan
salam hanya bagimu ya Rasulullah saw.
Alhamdulillah saya berkesempatan meneruskan serial taqwa yang kedua.
Definisi
menyangkut pemahaman makna dan ruang lingkup pembahasan sebuah topik. Definisi
tersebut juga membatasi agar ide atau tema yang dibicarakan tidak melebar
kemana-mana, sehingga konstruksi pemahaman bisa dibentuk. Itulah sebabnya
mengapa definisi menjadi penting kita bicarakan.
Anak kecil ketika menemukan
benda apa saja bisa ia gunakan sebagai mainan. Kotak bungkus sepatu bisa ia
mainkan maju mundur sambil mendubbing suara ngeng…ngeng…Sedang apa dik ?, main mobil-mobilan
Pa. Dengan berimajinasi, anak-anak kita bisa memainkan apapun. Kedewasaan kita
menetukan kesempurnaan batasan definisi
setiap makna yang akan kita mainkan dalam kehidupan nyata. Definisi membentuk paradigma.
Hati yang jernih akan mampu
menangkap setiap makna dan menggali lapisan hikmah yang terkandung didalamnya. Pada
suatu kesempatan mata kuliah tafsir qur`an, Dosen saya menjelaskan, andai umur
manusia dilipatkan 150 kali untuk menggali makna yang ada didalam al qur`an
niscaya tidak akan pernah cukup, pun dengan penambahan serupa.
Kata taqwa tersusun dari
lima huruf dan akan tetap seperti itu. Kitalah yang membuat arti taqwa terasa
berbeda. Hati dan pikiran yang terbuka akan menyingkap cakrawala makna yang luas dan sikap acceptance akan
mengantarkan kita untuk mampu mengangkat setiap lapisan hikmah secara lebih mendalam. Sehingga kata taqwa memiliki nilai istimewa bagi
kita, dan saat disebutkan kata taqwa hati ini bergetar. Ketika dibaca ayat … يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
dada bergemuruh merasakan panggilan tersebut. Saat itu, betapa mulianya kita
sebagai manusia.
Kemuliaan
tersebut akan terus terangkat ketempat tinggi bahkan tertinggi seiring dengan
ketinggian taqwa manusia.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ
أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya
orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling
takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al Hujurat ayat 13).
Syekh
Thaha Abdullah al Afifi mengutip ungkapan sahabat Ali bin Abi Thalib ra tentang
taqwa, yaitu:
الْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيْلِ وَاْلإِسْتِعْدَادُ
لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ وَالرِّضَا بِالْقَلِيْلِ
1. Takut kepada Allah yang Maha Mulia,
2. Mengamalkan apa yang termuat dalam at
tanzil (Al-Qur’an),
3. Mempersiapkan diri untuk hari
meninggalkan dunia
4. Ridha (puas) dengan hidup seadanya
(sedikit).
Inilah definisi taqwa paling lengkap. Insyaallah akan kita jabarkan dalam waktu yang akan datang.







